Final Battle BlackAuto Battle 2019 : Sudut Pandang Judge SQ dan SQL

Jogjakarta, EMMA Indonesia – Kompetisi car audio dalam ajang Final battle BlackAuto battle 2019 mencetuskan historis dari pandangan juri baik di kelas SQ (sound quality) maupun SQL (sound Quality Loud)

Maslim Djanuanto yang bertugas menjadi juri penilaian suara memiliki banyak pandangan dalam proses penjurian SQL.”untuk di final ini agak sedikit kaget karena mobil-mobil peserta kualitasnya meningkat jauh sekali di banding kota-kota sebelumnya baik dari segi suara maupun kekencangan dB (desibel),”tukasnya.

Sehingga untuk ajang musim 2020 peserta yang akan ikut kompetisi SQL harus lebih matang mempersiapkan mobil untuk bersaing dalam menaklukkan regulasi kelas SQL quad boom Box 4 subwoofer maupun SQL Twin Boombox 2 subwoofer. “artinya peserta yang mau ikut tahun depan tidak bisa ala kadarnya lagi karena persaingan semakin berat, jadi harus improve pengetahuan dan membuat sistem SQL dengan serius untuk memenangkan kompetisi ini” Jelasnya.

“Apalagi dalam proses pengukuran desibel (dB), pada final ini pada kencang-kencang, ada beberapa mobil mencapai desibel hingga 140 dB ke atas, walaupun kita mendapatkan besaran 130 dB namun SQ-nya bagus, itu sudah ketinggalan 10 poin, sehingga sektor ini juga harus menjadi perhatian khusus. Meskipun menggunakan port boks subwoofer saya mendengar ada satu dua mobil bassnya mendengung, namun ada beberapa mobil menghasilkan reproduksi suara bass-nya deep dan tight” tambahnya.

Maslim Djanuanto memberikan tips agar calon peserta SQL di musim 2020 bisa mendongkrak poin di seluruh sektor penilaian.”menurut saya langkah awal membangun mobil SQL yaitu membuat sektor pengukuran desibel tinggi dulu, baru perhatikan SQ (sound quality)-nya. Kalau dulu-dulu peserta memikirkan SQ-nya dulu sektor desibelnya dilupakan, begitu proses jedud (pengukuran desibel) bisa tertinggal 10 poin. Peserta di final ini perbedaan poin SQ-nya tipis-tipis, pas di total keseluruhan ternyata kalahnya di sektor pengukuran desibel (dB) dan ada juga penilaian instalasi yang kurang sempurna.”, tutupnya.

Sementara Wewe selaku juri SQ di kelas 60K dan FFA yang melakukan penilaian menggunakan CD EMMA punya persepsi dalam melakukan tugasnya di final battle BlackAuto battle 2019.”peserta yang turun di final ini kemampuannya meningkat dalam sektor suara baik staging, imaging maupun tonal.”, ungkapnya.

“mobil-mobil yang di kompetisi-kompetisi sebelumnya sudah kadang-kadang juara, ternyata di final ini banyak yang kalah, yang menang malahan peserta di luar prediksi. hal itu mungkin persiapan peserta yang kurang matang menjadi faktor mobil-mobil yang sering menang di event kali ini mendapat poin penilaian suara yang tidak maksimal,” tambahnya.

Sedangkan Yopie yang bertugas menilai menggunakan Cd EMMA memiliki pandangan hampir mirip dengan Mr. Wewe “Kompetitornya lumayan banyak, 15 peserta dan ada beberapa mobil yang cukup bagus untuk di dua kleas yang berbeda. Saya rasa semuanya mempunyai skill yang baik, hanya beberapa mobil yang harus diperbaiki sistem audio-nya. Saya menilai sangat baik untuk kemajuan audio mobil di Indoneia, teruskan dan tingkatkan untuk menambah antusiasme kompetitor untuk berkompetisi.”, tukasnya.